Tak peduli semua sudah berubah pada diriku, yang dulunya aku merasakan kepekaan terhadap sesuatu hal sekecil apapun itu. Inilah kondisiku sekarang. Hilang entah kemana tanpa arah. Aku merasakan bahwa kini aku berada di jurang kenistaan. Susah rasanya diri ini untuk merangkak ke atas, karena licinnya dinding tebing ini. Aku ingin merasakan kebebasan diatas tebing sana. Hembusan sejuknya angin yang dulu sering menerpa tubuhku kini sudah menjadi udara-udara pengap. Aku yakin diatas sana banyak yang menginginkan aku bisa kembali naik dan menyapa mereka dengan senyumanku.

Mungkin suatu saat, aku akan bangkit kembali. Oh tidak! Aku tidak boleh mengatakan "suatu saat", seharusnya aku mengatakan "saat ini juga". Saat ini juga aku akan berusaha naik ke atas sana. Aku ingin bertemu sahabat-sahabat yang sudah mendeklrasikan indahnya hidup diatas sana. Aku akan berdoa kepada Sang Pembolak-balik hati, agar aku diberi semangat dan ketulusan untuk merangsak naik ke atas.

Memang. Memang lah kebanyakan dari manusia itu merugi. Sebagaimana Firman Allah SWT:
وَالْعَصْرِ -١- إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ -٢- إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ -٣- 
Artinya: Demi masa.  Sesungguhnya, manusia sungguh dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (Al-'Ashr: 1-3)

Ketika setelah diatas, aku tidak boleh lalai lagi. Sekalinya aku lalai dan ku lakukan dengan rutin, akan ada bahaya besar kembali yang akan mengintaiku. Inilah saatnya. Tak ada kata terlambat. Mumpung aku masih diberi kesempatan hidup, aku tidak boleh menyia-nyiakan hidup yang hanya sekali ini. Terlebih lagi, aku ingin mati di atas sana. Aku tak ingin mati dibawah. Jika matiku dalam keadaan di dalam jurang ini, aku akan menyesal selamanya. Jika aku mati diatas sana, maka jasadku akan tersenyum tanpa penyesalan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ كَفَرُواْ وَقَالُواْ لإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُواْ فِي الأَرْضِ أَوْ كَانُواْ غُزًّى لَّوْ كَانُواْ عِندَنَا مَا مَاتُواْ وَمَا قُتِلُواْ لِيَجْعَلَ اللّهُ ذَلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ وَاللّهُ يُحْيِـي وَيُمِيتُ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ -١٥٦-
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara- saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, “Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak Menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah Menghidupkan dan Mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Ali 'Imron: 156)


Wahai seluruh pemuda muslim, saatnya kita bangkit. Tidak ada penyesalan, jika kita berada diatas jurang sana. Inilah kekurangan kita yang menjadi ladang perjuangan.

Abu Tufaiq
Sleman, 1 Februari 2012

0 comments

Archieve



"Ilmu akan mengalir deras penuh manfaat apabila dialirkan dengan penuh keikhlasan."